Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Kebahagiaan Sempurna (?)

Kebahagiaan Sempurna (?) Aku tak ingin melupakan sosokmu. Aku tak ingin melupakan jasamu. Aku tak ingin jauh darimu. Yang aku ingin hanya menghilangkan perasaan ini. Aku masih ingin tetap dekatmu, seperti yang lalu. Dengan persamaan sudut pandang. Karena aku pernah berkata kebahagiaanku tidak lengkap jika kau tidak bahagia. Maka kebahagiaanmu akan kujaga supaya aku bisa lengkap. Namun apalah daya ketika kebahagiaanmu datang, kebahagiaanku tidak sempurna. Tambakboyo Yk, 2019

Keinginan Berselimut Dosa

Keinginan Berselimut Dosa Ketika malam sudah semakin gelap. Sengaja ku melintas di depan rumahmu. Mengharap kemunculan sosok bunga indah itu. Namun apalah daya tak kutemui keinginanku ini. Salahkan jika aku berharap. Dosakah keinginanku untuk sekedar melihatmu. Aku tau tubuhku ini penuh akan kebusukan. Bahkan di dalam juga sudah enggan menyanggaku. Namun, aku yang busuk dan berlumpur ini takkan berani memegangmu. Mencuri hal yang seharusnya tetap ada padamu. Hati tulus putih bersih di dalammu wahai bunga yang telah dimiliki orang. Kos Sahabat Yk, 2019

Huruf Harapan

Biarkan aku belajar menulis kembali. Dengan sebuah pena bertintakan warna biru muda. Di sebuah kertas tipis berwarna hitam legam. Yang akan kuisi dengan huruf harapan. Kemanakah dirimu bersembunyi nona? Kuingin melihat gigi gingsulmu yang mempesona. Alis tipis yang tak pernah lupa untuk engkau gores. Aku ingin melihatnya kembali. Amikom Yk, 2019

Kuharap Hujan Tak Henti

Kuharap Hujan Tak Henti Kuharap hujan tak berhenti pagi ini. Dibawanya kesegaran sukma. Kala manusia membuka mata, membangun jiwa. Meniti semangat yang sempat tertidur. Kuharap hujan tak berhenti siang ini. Diangkutnya kesejukan tubuh. Kala manusia rindu akan dinginnya sabar. Memaklumi tingkah polah kelucuan dunia. Kuharap hujan tak berhenti malam ini. Diseretnya ketenangan jiwa serta raga. Kala manusia selesai memeras tubuh. Menenangkan batin dalam dialektika malam hari. Amikom Yk, 2019